KRL Gangguan Jam 8, Spontan Penumpang Pindah Moda Transportasi

krl transportasi
banner 468x60

KRL – Di pagi yang cerah itu, kehebohan tak terduga menyapa para penumpang setia KRL Commuterline. Gangguan misterius pada tiang listrik saluran atas antara Pondok Ranji dan Kebayoran menggoyahkan kenyamanan perjalanan mereka.

Selasa (25/7/2023) menjadi tanggal yang tak terlupakan, ketika sebagian dari mereka harus mencari moda transportasi alternatif.

Bencana Tiang Listrik: Kisah Perjuangan Penumpang KRL Commuterline Menuju Tujuan

Kisah ini dimulai pada pukul 08.40, ketika Kompas melaporkan bahwa dua KRL tujuan Tanah Abang terjebak dalam masalah tersebut di Stasiun Sudimara. Para penumpang pun merapat ke peron, mencari solusi untuk lanjut perjalanan mereka.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam kesibukan di Stasiun Sudimara, suara cemas terdengar dari Inggra Pangandaru, salah satu penumpang yang terdampar. “Wah, kelihatannya lama nih. Alamat telat ngantor,” keluhnya sambil mencoba mencari solusi.

Baca juga: https://www.infomalangraya.co.id/transportasi/transportasi-lrt-jabodebek/

Situasi semakin ramai di peron, karena para penumpang bingung dan berusaha menyesuaikan rencana perjalanan mereka. Beberapa di antara mereka memutuskan untuk kembali ke stasiun asalnya, mengikuti nasib yang berkisar pada takdir tak menyenangkan.

Namun, Inggra berusaha untuk tidak menyerah begitu saja. Ia awalnya bermaksud pergi dari Stasiun Rawa Buntu menuju Stasiun Palmerah, namun perjalanannya terhenti begitu saja setelah melewati satu stasiun.

“Baru juga dapat satu stasiun, balik saja ke Rawa Buntu. Ambil sepeda motor di tempat parkir, ke kantor naik sepeda motor daripada pulangnya nanti ribet,” katanya dengan bijaksana.

Di tengah kebingungan, tak jauh dari sana, Andreas mencoba mencari taksi atau ojek daring sebagai alternatif untuk mencapai kantornya. Namun, masalah baru muncul. Tingginya permintaan akan ojek daring membuatnya kesulitan mendapatkan pelayanan yang diinginkan.

“Harganya juga jadi lebih mahal. Tadi pertama kali pesan dari Sudimara ke Senayan hanya Rp 82.000, sekarang sudah Rp 114.000. Kalau naik taksi online, tarifnya bisa lebih mahal dan lebih lama karena macet,” keluhnya dengan ekspresi kesal.

Penjelasan Melalui Medsos

Di tengah kekacauan tersebut, PT KAI Commuterline menggunakan media sosial resmi mereka untuk memberikan penjelasan tentang kejadian ini. Dalam cuitan singkat, mereka menyampaikan bahwa ada truk yang menabrak tiang listrik aliran atas (LAA) di jalur hilir antara Stasiun Pondok Ranji dan Kebayoran.

Meskipun mereka tengah berusaha keras menangani masalah ini, untuk sementara waktu, perjalanan KA belum dapat dilanjutkan. Mereka pun tak lupa untuk memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para penumpang.

Semua ini mengajarkan kepada kita bahwa takdir kadang tak dapat diprediksi, dan tantangan dapat datang kapan saja. Meskipun terjebak dalam situasi sulit, para penumpang ini tak menyerah begitu saja.

Mereka berusaha mencari jalan keluar dengan bijaksana, memilih alternatif transportasi untuk tetap mencapai tujuan mereka. Semoga perjalanan KRL Commuterline segera kembali lancar, dan para penumpang dapat melanjutkan rutinitas mereka dengan ceria dan semangat.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan