Krisis Populasi, Presiden Rusia Putin Minta Perempuan Rusia Lahirkan 8 Anak

Krisis Populasi Rusia
banner 468x60

Info Malang Raya – Krisis Populasi Rusia. Dalam pidato yang disampaikan pada tanggal 28 November 2023, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengajukan sebuah usulan yang unik untuk mengatasi tantangan demografi yang dihadapi negaranya.

Untuk mengatasi krisis populasi, Putin mendesak perempuan Rusia untuk mempertimbangkan untuk melahirkan lebih banyak anak, khususnya sebanyak 7-8 anak atau bahkan lebih. Tujuan dari himbauan ini adalah untuk mengatasi masalah demografi yang telah berdampak signifikan pada perekonomian negara.

Dalam upaya untuk merangkul semangat keluarga besar, Putin menyoroti pergeseran budaya di Rusia saat ini, di mana banyak keluarga hanya memiliki 4-5 anak.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam konteks sejarah, Putin mencatat bahwa nenek buyut mereka mampu membesarkan 7-8 anak, dan ia mengajak masyarakat Rusia untuk menghidupkan kembali tradisi memiliki banyak anak seperti zaman dahulu.

Maka dari itu, peningkatan populasi penduduk di Rusia menjadi tujuan Putin dalam beberapa dekade ke depan.

Having many children, a large family, should become a norm, a way of life for all people of Russia. A family is not just the foundation for state and society, it is spiritual phenomenon, the source of morality. Vladimir Putin – Presiden Rusia

Lebih dari sekadar kebijakan, Putin memandang keluarga sebagai pondasi tidak hanya bagi negara dan masyarakat, tetapi juga sebagai fenomena spiritual dan sumber moralitas. “Memiliki banyak anak, keluarga besar, seharusnya menjadi norma, menjadi gaya hidup bagi semua orang di Rusia,” ujar Putin dengan penuh keyakinan.

Krisis Populasi di Rusia

Namun, di balik panggilan untuk pertumbuhan populasi, Rusia tengah dihadapkan pada krisis populasi yang kompleks.

Media melaporkan bahwa perang Rusia-Ukraina menjadi pemicu menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya angka kematian di negara tersebut. Sejak invasi pertama kali, populasi Rusia merosot sekitar 550 ribu jiwa.

Tidak hanya itu, krisis populasi juga terjadi karena ketidakstabilan ekonomi dan berbagai konflik juga memainkan peran dalam keputusan banyak masyarakat untuk menunda pembentukan keluarga dan memiliki anak hingga kondisi menjadi lebih stabil.

Selama 24 tahun memimpin, sejak tahun 1999, Putin telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan angka kelahiran, termasuk memberikan insentif dan tunjangan bagi masyarakat yang memiliki anak. Meskipun demikian, upaya tersebut belum memberikan dampak besar.

Dengan perubahan paradigma ini, Putin berharap dapat mengubah tren penurunan populasi yang signifikan. Meskipun demikian, tantangan besar masih menanti, dan perlu kerja sama dari berbagai sektor masyarakat untuk mencapai tujuan peningkatan populasi dalam beberapa dekade mendatang.

Data World Bank menunjukkan pada tahun 1999, angka populasi Rusia adalah 147,2 juta jiwa. Sedangkan pada tahun 2022 turun menjadi 143,44 juta jiwa.

FAQ’s Krisis Populasi Rusia

Mengapa Presiden Putin mendesak perempuan Rusia untuk melahirkan 7-8 anak atau bahkan lebih?

Presiden Putin mengeluarkan himbauan ini sebagai langkah konkret untuk mengatasi masalah demografi di Rusia yang telah berdampak pada perekonomian negara. Ia percaya bahwa keluarga besar seharusnya menjadi norma dan gaya hidup yang dapat mengatasi perubahan budaya yang menyebabkan penurunan angka kelahiran.

Apa yang menjadi dasar pemikiran Putin tentang keluarga sebagai “fenomena spiritual” dan “sumber moralitas”?

Menurut Putin, keluarga tidak hanya berperan sebagai fondasi bagi negara dan masyarakat, tetapi juga sebagai fenomena spiritual yang memiliki dampak pada moralitas. Ia percaya bahwa memiliki banyak anak bukan hanya tanggung jawab individual, tetapi juga kontribusi nyata untuk membangun nilai-nilai moral dalam masyarakat.

Mengapa Putin menyoroti pergeseran budaya di Rusia terkait jumlah anak dalam keluarga?

Putin mencatat perubahan budaya di mana banyak keluarga saat ini hanya memiliki 4-5 anak, sementara nenek buyut mereka mampu membesarkan 7-8 anak. Dengan menekankan tradisi zaman dahulu, ia berharap dapat mendorong masyarakat untuk menghidupkan kembali norma memiliki banyak anak.

Apakah perang Rusia-Ukraina berkontribusi pada krisis populasi di Rusia?

Media melaporkan bahwa perang Rusia-Ukraina menjadi penyebab menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya angka kematian di Rusia. Sejak invasi pertama kali, populasi Rusia turun sekitar 550 ribu jiwa, dan situasi ini menciptakan ketidakstabilan ekonomi yang memengaruhi keputusan banyak masyarakat untuk menunda pembentukan keluarga.

Bagaimana Putin telah berusaha meningkatkan angka kelahiran selama memimpin Rusia?

Sejak menjadi presiden pertama kali pada tahun 1999, Putin telah memberikan insentif dan tunjangan bagi masyarakat yang memiliki anak sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan angka kelahiran. Meskipun demikian, data World Bank menunjukkan bahwa upaya tersebut belum memberikan dampak besar, dengan populasi Rusia turun dari 147,2 juta jiwa pada tahun 1999 menjadi 143,44 juta jiwa pada tahun 2022.***

Sumber: Berbagai sumber

Baca artikel Info Malang Raya lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook dan Instagram

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan