Tangis Pecah di Pasar Kaget Binjai: Emosi Seorang Wanita Berujung Petaka, 5 Orang Terluka

tangis pecah di pasar kaget
banner 468x60

Info Malang Raya – Suasana malam yang biasanya hangat di Pasar Kaget, Jalan Ahmad Yani, Kota Binjai, Sumatera Utara, mendadak berubah menjadi kepanikan. Jeritan pedagang dan pengunjung pecah saat sebuah mobil Honda Brio melaju tak terkendali, menghantam deretan lapak yang masih ramai aktivitas.

Apa yang Terjadi?

Insiden tragis ini terjadi pada Selasa malam, 15 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Sebuah mobil yang dikemudikan wanita berinisial MR (24) tiba-tiba meluncur dengan kecepatan tinggi hingga hilang kendali. Dalam hitungan detik, kendaraan tersebut menabrak sedikitnya empat lapak pedagang di pusat kuliner malam tersebut.

Akibat kejadian itu, sedikitnya lima orang mengalami luka-luka. Barang dagangan berserakan, tenda roboh, dan suasana yang sebelumnya penuh canda berubah menjadi kepanikan dan tangis.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Di Mana dan Siapa yang Terlibat?

Peristiwa ini terjadi di kawasan Pasar Kaget, Jalan Ahmad Yani, Kota Binjai, Sumatera Utara. Sosok yang menjadi pusat perhatian adalah MR (24), seorang wanita muda yang kini harus berhadapan dengan hukum atas kejadian tersebut.

Para korban yang sebagian besar merupakan pedagang dan pengunjung pasar menjadi pihak yang paling terdampak, kehilangan bukan hanya barang dagangan, tetapi juga rasa aman.

Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi?

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, MR dinyatakan negatif dari narkotika. Namun, fakta lain terungkap—ia tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) A saat mengendarai mobil tersebut.

Dalam proses interogasi, MR mengaku tengah diliputi emosi akibat masalah pribadi dengan kekasihnya. Emosi yang memuncak membuatnya kehilangan fokus saat berkendara, hingga akhirnya berujung kecelakaan.

Bagaimana Kronologinya?

Mobil yang dikemudikan MR melaju cukup kencang saat memasuki area pasar malam yang padat. Tanpa kendali, kendaraan tersebut langsung menghantam lapak-lapak pedagang. Warga yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan diri, sementara beberapa lainnya menjadi korban.

Situasi kacau tak terhindarkan. Teriakan minta tolong, tangisan, dan kepanikan menyelimuti lokasi kejadian hanya dalam sekejap.

Bagaimana Kondisi dan Tanggung Jawab Pelaku?

Dalam video yang beredar, MR terlihat tak kuasa menahan penyesalan. Dengan suara bergetar, ia mengakui kesalahannya.

“Saya khilaf… saya siap bertanggung jawab,” ucapnya.

Kini, ia telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, para korban masih berjuang memulihkan kondisi, baik secara fisik maupun ekonomi.

Luka yang Tertinggal

Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Ini adalah pengingat bahwa emosi yang tak terkendali bisa berubah menjadi bencana nyata. Dalam sekejap, banyak orang harus menanggung akibat dari satu keputusan yang diambil tanpa pikir panjang.

Di balik gemerlap pasar malam, kini tersisa cerita pilu—tentang kehilangan, penyesalan, dan harapan agar kejadian serupa tak terulang kembali.***

banner 468x60

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *